SEKILAS TENTANG GAMBUT

Gambut adalah tanah yang mengandung bahan organik lebih dari 30 %, sedangkan lahan gambut adalah lahan yang ketebalan gambutnya lebih dari 50 cm. Lahan yang ketebalan gambutnya kurang daripada 50 cm disebut lahan bergambut. Gambut terbentuk dari hasil dekomposisi bahan2 organik seperti dedaunan, ranting serta semak belukar yang berlangsung dalam kecepatan yang lambat dan dalam keadaan anaerob.

Berdasarkan ketebalannya, gambut dibedakan menjadi empat tipe :

  1. Gambut Dangkal, dengan ketebalan 0.5 – 1.0 m
  2. Gambut Sedang, memiliki ketebalan 1.0 – 2.0 m 
  3. Gambut Dalam, dengan ketebalan 2.0 – 3.0 m
  4. Gambut Sangat Dalam, yang memiliki ketebalan melebihi 3.0 m

Selanjutnya berdasarkan kematangannya, gambut dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Fibrik, digolongkan demikian apabila bahan vegetatif aslinya masih dapat diidentifikasikan atau telah sedikit mengalami dekomposisi
  2. Hemik, disebut demikian apabila tingkat dekomposisinya sedang
  3. Saprik, merupakan penggolongan terakhir yang apabila telah mengalami tingkat dekomposisi lanjut.

Tanah Gambut secara umumnya memiliki kadar pH yang rendah, memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, memiliki kandungan unsur K, Ca, Mg, P yang rendah dan juga memiliki kandungan unsur mikro (seperti Cu, Zn, Mn serta B) yang rendah pula.

17 Tanggapan so far »

  1. 1

    ArZ_90 said,

    kan gambut sebenernya bisa dibuat jadi energi alternatif pengganti minyak bumi (menurut sumber yang saya baca sih). terus, gimana caranya kok gambut bisa dipake jadi minyak? soalnya menurut sumber, endapan gambut yang dibuat pengganti itu bukan berupa minyak. nah, terus gimana? sedangkan sekarang katanya ada masalah tentang kebakaran gara-gara ladang gambut. kenapa kok nggak mengkaji ulang gambut sebagai energi alternatif daripada kebuang kebakar gitu….

  2. 2

    ade mulyanan said,

    saat ini perlu dilakukan pengkajian ulang atas beberapa usaha untuk pemanfaatan lahan gambut, khuhusnya untuk bidang pertanian. semuanya harus diperhitungkan secara matang agar tidak terjadi kegagalan yang mengakibatkan hal yang mubadzir seperti proyek lahan gambut sejuta hektar pada masa orde baru. kita harus sadar bahwa potensi lahan gambut negara kita tidak diragukan, terlebih untuk usaha pertanian. namun yang haruis kita pahami bersama pula, bahwa pemanfaatan gambut harus melibatkan banyak faktor, terlebih lagi faktor yang behubungan langsung dengan aspek ekologi dan sosial ekonomi. salah perhitungan dan pengkajian pada lahan gambut, maka proyek gagal pada masa orde baru akan terulang kembali. hal ini harus ditunjang dengan teknologi yang tepat guna serta partisipasi semua pihak, karena permasalahan gambut tidak bisa hanya digunakan sebagai proyek-proyek yang dapat menguntungkn bagi sebagian pihak saja, namun semua hal yang berhubungan dengan lingkungan hidup akan selelu menembus batas sosial…lingkungan rusak—–>sosial rusak—–>suksesi.

  3. 3

    terima kasih atas komentar yang sangat bagus dari pak ade.
    saya sangat setuju sekali dengan bapak, pada saat ini kesadaran untuk menjaga lingkungan belum bener-benar dari hati yang paling dalam secara tulus melainkan banyak yang digunakan sebagai alat dalam mencari perhatian orang lain..ya hanya menguntungkan seseorang saja. mudah-mudahan dengan akibat yang kita rasakan sekarang semua orang memahami arti penting dalam menjaga lingkungan kita

  4. 4

    angga said,

    apakah 3 variasi kematangan dan 4 variasi ketebalan bisa terjadi kombinasi. apakah gambut yang dangkal itu bisa saja saprik atau malah fibrik?

  5. 5

    Sigit said,

    Gambut dapat diolah menjadi lahan yang sangat subur sehingga tidak kurang dari 20 jenis tanaman dapat dikembangkan di atas lahan gambut. Lahan gambut dapat diusahakan sebagai “sustainable agriculture” yang profitable tetapi ramah terhadap lingkungan. Kalau ingin membuktikan datang ke BPTP Kalbar karena kebetulan lokasi di atas lahan gambut dan di sekitarnya ada usahatani pada lahan gambut yang kami sebutkan. Kami siap jadi “guide” kok, gratis lagi. Utusan dari 27 negara peserta Konfrensi Gambut tahun 1987 yang mengunjungi lokasi ini juga manggut-manggut. kagum!! Lalu kenapa ada “tragedi gambut” di Kalteng. Menurut kami pada waktu itu sudah punya uang tetapi tidak punya ilmunya. Bayangkan saja membuka lahan gambut dengan membangun kanal selebar belasan meter dan dalam beberapa meter. Akibatnya, gambut ini seperti diperas sisanya bahan organik kering yang mudah terbakar. Tidak usah dibakar, lemparkan saja puntung rokok maka sudah dapat menimbulkan kebakaran hebat. Ada penelitian yang sudah dilakukan bahwa untuk memadamkan kebakaran gambut seluas 20 meter diperlukan air 5.000 liter karena gambutnya dalam. Bayangkan kalau kebakaran gambut melanda kawasan seluas sejuta hektar?? Jadilah sekarang PLG ini menjadi “Laboratorium Alam Terbesar Di Dunia mengenai Pengelolaan Lahan Gambut Yang Salah”. Siapa yang ingin belajar mengelola gambut yang baik untuk pertanian? Kesalahan yang sama dapat terjadi kalau mengeksploitasi gambut untuk energi karena kita akan mewariskan bencana kepada anak cucu kita. Tahu kenapa??

  6. 6

    jami said,

    Kesalahan yang sama dapat terjadi kalau mengeksploitasi gambut untuk energi karena kita akan mewariskan bencana kepada anak cucu kita. Tahu kenapa??

    Saya cuma mau nambahin sedikit uraian diatas. Pengrusakan gambut secara membabi-buta dan bersekala besar hanya akan mewarisi malapetaka bagi generasi akan datang, apalagi bila lahan gambut di jadikan sumber energi dan dieksploitasi secara massal, lahan gambut merupakan bahan yang tak dapat dibudidayakan layaknya tanaman, jadi dengan menjadikan gambut sebagai energi merupakan tabungan mala petaka untuk generasi yang akan datang, apalagi gambut merupakan bahan peredam karbon, adanya penelitian secara spesifik baik dari segi sistem pengolahan, sistem hukum,penzoningan pemanfaatan lahan untuk reservasi, dan eksplorasi lahan gambut, dipandang perlu untuk mewujudkan “sustainable ekologi dan ekonomi” untuk generasi yang akan datang.

  7. 7

    Heny TP. said,

    Lahan gambut kan termasuk lahan basah. Besar mana potensi lahan untuk pertanian, di lahan basah apa di lahan kering?

  8. 8

    indra Pangasian said,

    Sebaran gambut sesuai dgn kematangannnya di indonesia dimana saja ya mas, apakah per tahunnya luasan nya karena ada perubahan kematangannya. yang kahirnya status kedalamanya ber geser pula ????.

    Gimana mas ??????/

  9. 9

    alasan kegagalan pada pengelolaan lahan gambut adalah irigasi dan pembakaran. pembuatan kanal yang berlebihan, dan memotong langsung pada kubah gambut (dome peat), membuat gambut menjadi kering dan hilang melalui erosi, angin, maupun kebakaran. yah, secara gambut kan irreversible. jadi sekalinya hilang maka tidak bisa dibentuk lagi. Nah, hilangnya lapisan bahan organik bisa mengakibatkan bencana kalo lapisan mineral di bawahnya adalah bencana. ambil contoh, kalo lapisan tanah dibawah nya adalah pasir kuarsa yang warnanya putih dan gak ada hara apa-apa kecuali SiO2. Atau kalo ternyata lapisan gambutnya berpirit, yang jika teroksidasi bisa menjadi tanah sulfat masam yang be-pH kurang dari 3. bayangkan tanamn apa yang bisa tumbuh di lahan berpH seperti itu. Bahkan hanya beberapa mikroorganisme saja yang sanggup tumbuh di tempat ini (contoh Lahan sejuta hektare).
    mengenai kesuburan lahan gambut juga bergantung pada jenis tanah mineral dibawahnya. gambut dengan lapisan tanah mineral yang relatif kaya unsur hara akan lebih subur jika dibandingkan dengan gambut dengan lapisan tanah mineral yang miskin unsur hara. sebagai koreksi saja, walaupun lahan gambut terdiri dari bahan organik belum berarti dia mampu menyediakan hara-hara yang dibutuhkan tanaman. banyak unsur yang di-kelat oleh gugus organik yang menyebabkan hara tersebut tidak tersedia. walaupun jika dianalisis di lab tanah gambut mengandung unsur hara makro atau mikro yang cukup, namun kenyataan dilapangan harus juga diperhatikan.
    Pada dasarnya yang paling penting dilihat dari lahan gambut adalah lingkungan pembentuknya (enviromental land). Dari mempelajari lingkungan pembentuknya maka dapat diprediksi tingkat kesuburan, tingkat bahaya pembukaan, lebar dan luas kanal yang diperlukan, unsur hara apa saja yang perlu ditambahkan dan dikurangi, dan lain-lain. Indonesia mempunyai lahan gambut yang luas. Perlu orang-orang yang beridiologi dan berpengetahuan tinggi untuk membuka lahan gambut agar tidak sia-sia.
    terimakasih..

  10. 10

    rudy yanto sirait said,

    gambut adalah hal menarik .,perlu penanganan serius terutama untuk kelapa sawit… biasanya masalah umum akan timbul saat penanaman dan 10 tahun kemudaian.
    Salah dalam rancangan pengelolaan, akan membuat kerugian besar untuk selanjutnya

  11. 11

    ogig93 said,

    Sepertinya masalah gambut masih dilihat dan dikaji belum mendalam betul…..masalah kesalahan memang kita gudangnya..sudah bertahun tahun bahkan mungkin ratusan tahun silam…hehehe…..yang jadi masalah itu cara memperbaikinya..tul nggak…mudah mudahan bapak tidak mencari salah tapi cari cara memperbaikinya…dan saya ada pertanyaan sedikit masalah gambut untuk energi…..sepertinya setuju juga dg pendapat p’Sigit kita akan mewarisikan bencana pada anak cucu kita…….dan perlu diketahui pemanfaatan gambut untuk energi di Riau sudah berjalan dari tahun 1990 oleh perusahan besar,tehnologi untuk proses produksi dan pemanfaatannya pakai “Finlandia punya”dan ini gimana pak…?

  12. 12

    dewi mayasari said,

    gmna kaitan hubungan sifat kimia gambut C/N-C-organik dan N-total???, serta kation basa yang dapat di tukar

  13. 13

    yuswana said,

    Sebenarnya lahan gambut itu kenapa harus dilestarikan?, kenapa membuka lahan perkebunan di lahan gambut tidak boleh? lalu bagaimana seharusnya menghidupi masyarakat di sekitar lahan gambut ? apakah dunia (greenpeace, negara maju) akan membantunya dengan gratis ? Masyarakat disekitar lahan gambut terutama selain di Kalimantan (mungkin) di Indonesia umumnya adalah masyarakat yang miskin harta, ilmu, ketika mampu memanfaatkan lahan gambut dengan teknologi yang diperolehnya, mereka akan berusaha untuk meraih kesempatan mendapat penghasilan untuk menghidupi keluarganya………..

  14. 14

    Henny Herawati said,

    Saya sangat tertarik untuk ikut berdiskusi tentang lahan gambut. menurut saya butuh waktu yang cukup lama untuk dapat memanfaatkan lahan Tanah gambut untuk lahan pertanian. karena dibutuhkan proses pematangan tanah terlebih dahulu. Namun demikian memang inilah pentingnya pengetahuan tentang karakteristik tanah gambut yang perlu diketahui bagi pengarapnya. tidak dapat berhenti belajar sampai kita benar-benar paham bagaimana, apa, kapan dan lainnya sehingga usaha kita bukanlah usaha yang justru menghancurkan potensi yang besar, melainkan usaha yang dapat mendatangkan manfaat yang besar untuk kita semua.

  15. 15

    Maswar said,

    Gambut bukan terbentuk karena hasil proses dekomposisi bahan organik.. tetapi sebaliknya (hasil akumulasi bahan organik) !
    Ada dua teori proses pembentukan gambut sampai saat ini:
    1. Untuk daerah temprate (dingin/suhu <7 derjat Celcius) gambut tebentuk karena micro organisme perombak bahan organik (batang, dahan ranting dan daun) tidak/kurang aktif karena pengaruh suhu yang sangat dingin, sehingga proses dekomposisi jauh lebih kecil dari perombakan, akibatnya terjadi akumulasi bahan organik (sisa tanaman) pada daerah tersebut.
    2. Untuk daerah tropika seperti Indonesia, gambut terbentuk karena kondisi yang anaerob (kurang oksigen) ini terjadi karena water loging (penggenangan yang cukup lama). Akibat terjadi penggenangan (biasanya pada daerah cekungan) bahan organik dari sisa tanaman yang mati lambat/sedikit terdekomposisi oleh altivitas organisme, sehingga terjadi akumulasi bahan organik yang lebih cepat dari pada proses dekomposisinya pada daerah tersebut.

    Pada awalnya peneliti di Eropa tidak percaya gambut akan ada terbentuk di daerah tropika, karena daerah ini mempunyai temperatur yang tinggi sepanjang tahun.
    Baru pada tahun 1933 (Polak, peneliti Belanda) melaporkan hasil survey di beberapa daerah di Indonesia menemukan adanya tanah gambut (peat). baru pendapat ahli Eropah ttg pembentukan gambut berobah.
    Tq

  16. 16

    dwik adhi saputra said,

    makasih infonya..
    saya juga punya beberapa postingan tentang gambut
    kalo tidak keberatan silakan datang untuk melihat-lihat..hehehe
    http://dedenia72.wordpress.com

  17. 17

    Eddyhars said,

    Gambut ialah material organik yang terbentuk secara alamiah dari bahan daun-daunan, ranting dan batang kayu yang lapuk yang terjadi dekomposisi dan terakumulasi pada daerah rawa.

    Manfaat gambut ialah sebagai sumber energi alternatif.

    Luas lahan rawa di Indonesia 33,34 juta ha dan di dalamnya ada banyak gambut.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: